Langsung ke konten utama

Postingan

Maafkan Rapuhku

Ingin aku memeluk embun Merasakan sejenak kesejukan telah aku rindukan Ketika .jengah bersamambut lelah Membuatku bagai daun kering ysng tak berdaya Inikah takdir ku. Tuhan? Takdir yang memnbuatki bagai. Ranting yang rapuh Dan Ingin  aku memeluk  embun   Merasakan sejenak  kesejukan  telah aku rindukan Ketika .jengah  bersambut lelah  Membuatku bagai daun kering yang tak berdaya  Inikah takdir ku. Tuhan? Takdir yang  memnbuatku bagai.  Ranting   yang rapuh  Dan   hatiku kian  membeku Bagai anyelir tanpa  air  karena   Salah  tempat bertumbuh.  Rabb   hamba  tahu  Jika  tanpaMu  Aku  bukanlah apa – apa  Aku hanyalah  manusia bodoh  Yang  tak pandai  memahami takdir  Hamba  Sudah Engkau   tuliskan Maafkan hamba. Ya  Alah  Yang begitu rapuh Maaf kan kerapuhanku Dan...

Ampuni Aku

Aku Bagai pucuk-pucuk embun Yang membias dibalik jendelat Menarikan. Cerita dalam bait - bait embun Tentang sebuah jiwa Yang lelah di pangku duniaNamun hanya hampa di rasa dan Air mata namun qalbu Karena jauh DariNya Diikat oleh duniaa Terbelenggu dosa Yang membutku Lelah dan tak berdaya Wahai Rabb mafkan hamba yang tak mampu Melawan bujuk rayu Syaithoon Yang membuatku jauh dan berpaling dariMu Dan lahirkan gelisah di sudut qalbuku. Ya Allah Ampunilah Dosa - dosa hatiku Dan selamatkanlah hamba dari godaan setan yang terkutuk Wahai sang Maha pengasih Dan penyayang Berilah hamba hidayahMu. Tunjukkanlah hamba Jalan LurusMu Agar Hamba dapat Meraih SurgaMu Puisi by ,  Jannatul Zahra Gunung Seteleng ,Penajam Ahad, 12 Mei 2019. 07 Ramadhan 1440

Dilema Hati

Aku  masih melafazhkan mu dalam bayang bayang  mataku bahkan  saat .di bulan suci Ah  aku tak. tahu  apakah ini  benar  cinta? atau hanya  virus  merah  jambu seperti yang  sudah - sudah setelah   setan  puas  menggoda   lewat  nafsu  hawa ia pergi . setelah membuat anak  adam berzina dengan  perasaan wahai pemilik  nyawaku Engkau tahu betapa rapuh nya aku Dan Engkau  tahu  .Hamba sedang dilanda virus cinta seperti dahulu   yang sudah berlau yang membuat   hati Hamba  dilema& jiwa hamba rapuh Kini Virus itu kembali  Dan aku tak tahu Apakah ini benar  rasa  cinta ? atau kagum saja  kepada seseorang   yang namanya terukir dihatiku yang  membuat ku dilema Puisi :  by Jannatul Zahra Rabu 08 Mei  2019 3 Ramadhan  1440 H

Kisah Rinduku

Engkau pucuk kenari Melafazhkan bait pekat .membingkai pigura jiwa Menjadi lukisan kisah Yang bercerita Tentang gejojak rindu Yang tersembunyi di Ruang hati Karena syariatNya Masih membatasi Sampai di batas waktu  Aku akan menemukan Cinta yang tulus Karena Ridho Izzati Sampai Rindu ini Berakhir di SurgaNya Puisi By Jannatul Zahra Selasa,07 Mel 2019

Mengejar Pagi

Judulnya sih. Puitis tapi nyatanya bukan sebuah puisi tapi sebuah catatan tentang seorang perempuan penggila Smartphone doyan nulis berusaha bangun pagi tapi tetap. saja telat kisahnya mau menghabisink kuota yang tinggal beberapa jam lagi akan habis tapi nyatanya tetap aja dan Sekarang berpacu dengan waktu untuk menghabiskan kuota ini😁 dan hari adalah Dimana saya .mencoba aplikasi like aplikasi video yang. Booming saat ini & besok semoga tidak telat untuk bangun pagi Karena konon bangun bisa membuat hidup Jauh lebih , semangat 😊

Pelukan Pagi

Engkau dan aku adalah puisi Dari syair  - syair kehidupan menjadi bait – Bait  Rindu nan  manis  yang  disambut. Embun pagi  Nan sejuk Kita. Adalah syair  berjudul pagi Yang menghias  relung jiwa   Dan menjadi bunga di taman hati insani Dipelukan pagi Puisi :  By Jannarul Zahra Jumat , 12 April  2019

Karena Aku Mencintai Hujan

Karena Aku Mencintai Hujan Ingin Aku memeluk hujan  Dan Menari bersamanya  Rintik nya mengalir deras  Bak simphony langit  Bagai Sebuah melodi indah  Yang memyejukan hati  Ingin aku memeluk hujan  Karena aku mencintainya  Rintiknya mengalir deras  Terdengar syahdu. Ditelinga  Dan. Pada setiap rintiknya kutitip Doa Puisi : By Jannatul Zahra Penajam ,Jumat 12 Apri 2019