Langsung ke konten utama

Postingan

Pelangi Senja II

Aku bagai pelangi sudut senja Memberi sejenak warnaku Usai badai membuat Dengan gelegarnya Senja berlafazhkan Pelangi membingkai hati Dengan Merah jambu Menjadi asa untuk Mengukir hari esok Dengan. Jiwa penuh. ,asa dan cinta Hingga saat senja Sampai pada ujungnya Ia tetap bergairah Hingga pelangi senja Meredup dan menjadi Sebuah kisah dalam Catatan pelangi senja Puisi By Jannatul Zahra Penajam. Jumat , 14 Juni 2019

Purnama Sunyi

Engkau Bagai  Purnama yang  merindukan embun   karena pekat  yang  berhias gumpalan salju.  tak ada  riang  membingkai  rasa tak ada bintang  membingkai cahaya hanya purnama sunyi menebar   jenak.-jenak. cahaya   dibalik   jendela  nurani  kepada jiwa   yang gelap gulita yang kemarau akan cahaya  bagai ruang  senyap  tak. berpenghuni   yang menantikan  hadirnya  sekilas

Anyelir Hati

Aku melukis hati  Di lembaran sukma Menggoreskan nya  Diatas kavas jiwa Menorehkan cerita  Sang lembayung senja  Meniti cinta sang anyelir Diperaduan asa Ketika hati berbunga dan ber warna Merah muda. Pùisi: By :Jannatul Zahra Rabu malam , 05 Juni 2019

Resah

Pucuk-pucuk purnama melukis asa di ujung kemarau ketika goyah menyapa sukma diselaksa jiwa yang  kering kerontang disapa kemarau kecil karena sebait luka yang mengiris meninggalkan luka menganga yang akhirnya pedihnya tak tertahankan di ujung penantian akan datangnya tetesan tetesan yang menghapus kemarau dan luka hingga ia tak lagi tersisa Puisi by, Jannatul Zahra Kamar Pink 13:24Gunung Seteleng,, Ppu, Minggu,18 Agustus 2019

Tarian Daun Kering

Tarian Daun Kering Pucuk - pucuk embun menari Melafazhkan kesejukan menawar  Pucuk - pucuk embun menari yang akhirnya akan luluh Dan keindahan akan kenangan Ah biarkan saja daun itu menari Mungkin untuk terakhir kalinya Biarkan angin membelai nya untuk menari  Bersama pucuk embun sebelum ia habis Angin menghembusan sepoiannya  Agar sang daun kering tak terjatuh  Ketika. sebatang pohon hendak.  Menjatuhkan nya Sang angin membuatnya melayang  Menari nari di Udara karena angin membelai dengan cinta dan sejuknya embun yang membuat nya bahagia Sampai akhirnya ia patuh dan luluh Pada waktu yang membuat nya Tersungkur jatuh ke bumi dan akhirnys  Menjadi sebuah cerita Puisi By , Jannatul Zahra Kamis 23 Mel. 2019 18 Ramadhan

Maafkan

Izinkan. Aku melafazhkan waktu Melukiskan makna Dalam ukiran bait – bait hati Dalam lembaran jiwa Yang menyepi Memaknai asa diruang damai Menawari qalbu yang gelisah Dan bertabur pekat Dengan sejuta cintaNya Dan RahmatNyaMembawa kembali asa yang pergi Dan kembali bersujud PadaNyaHidup dalam Ridho serta HidayahNya Maafkan Lembaran hitam hidup ku Ya Allah. .Puisi : By Jannatul Zahra21

Maafkan Rapuhku

Ingin aku memeluk embun Merasakan sejenak kesejukan telah aku rindukan Ketika .jengah bersamambut lelah Membuatku bagai daun kering ysng tak berdaya Inikah takdir ku. Tuhan? Takdir yang memnbuatki bagai. Ranting yang rapuh Dan Ingin  aku memeluk  embun   Merasakan sejenak  kesejukan  telah aku rindukan Ketika .jengah  bersambut lelah  Membuatku bagai daun kering yang tak berdaya  Inikah takdir ku. Tuhan? Takdir yang  memnbuatku bagai.  Ranting   yang rapuh  Dan   hatiku kian  membeku Bagai anyelir tanpa  air  karena   Salah  tempat bertumbuh.  Rabb   hamba  tahu  Jika  tanpaMu  Aku  bukanlah apa – apa  Aku hanyalah  manusia bodoh  Yang  tak pandai  memahami takdir  Hamba  Sudah Engkau   tuliskan Maafkan hamba. Ya  Alah  Yang begitu rapuh Maaf kan kerapuhanku Dan...