Langsung ke konten utama

Postingan

Goresan Luka

pucuk - pucuk Purnama  menari  diujung. senja disapa sunyi pada keheningan malam yang menemanku  di  ruang lamunan  menepi  dari  ramai ruang  kembali pada sepiku di  temani alunan syair yang mengiringiku Untuk Kembali padaNya meraih mimpiku  untuk  SurgaNya Walau sebenarnya ku  lebih  banyak melupakan Nya dan tenggelam dalam ego dan lukaku  dari goresan kepedihan sebuah luka di   masa kecilku yang hadir kan bara   di   qalbuku   yang bahkan  tetesan airmataku pun tak dapat menghapusnya  walau sejuta maaf sudah  telah ku berikan untuknya namun goresan luka itu masih lah menganga  Dan menjadi luka abadi yang masih mengisi  di relung jiwa puisi , by Jannatul Zahra 30 Juli 2019

Hamba Hampa

Aku bagai purnama di ujung jiwa yang merindukan hadirnya kerlipan bintang dipermadani malam berhiaskan kesejukan angin menjejaki asa di bumi cinta penuh goda yang melenakan hatiku ketika kusadari rapuh ku bagai bunga yang layu bagai patung hampa. bagai purnama sunyi yang merindukan hadirnya bintang disisi Ya Rabb inilah aku hambaMu yang merindukan belaian dekapanMu ya rabb dengan kasih dan sayang Mu Rabb hapus lah rindu semuku ini menjadi rindu ku hanya PadaMu saja usir lah rasa sepi ku ini jadikanlah ia bermakna dan mampu membuat ku berdamai dengan takdirMu atas diriku By , Jannatul Zahra 10 Juli 2019

Pelangi Senja II

Aku bagai pelangi sudut senja Memberi sejenak warnaku Usai badai membuat Dengan gelegarnya Senja berlafazhkan Pelangi membingkai hati Dengan Merah jambu Menjadi asa untuk Mengukir hari esok Dengan. Jiwa penuh. ,asa dan cinta Hingga saat senja Sampai pada ujungnya Ia tetap bergairah Hingga pelangi senja Meredup dan menjadi Sebuah kisah dalam Catatan pelangi senja Puisi By Jannatul Zahra Penajam. Jumat , 14 Juni 2019

Purnama Sunyi

Engkau Bagai  Purnama yang  merindukan embun   karena pekat  yang  berhias gumpalan salju.  tak ada  riang  membingkai  rasa tak ada bintang  membingkai cahaya hanya purnama sunyi menebar   jenak.-jenak. cahaya   dibalik   jendela  nurani  kepada jiwa   yang gelap gulita yang kemarau akan cahaya  bagai ruang  senyap  tak. berpenghuni   yang menantikan  hadirnya  sekilas

Anyelir Hati

Aku melukis hati  Di lembaran sukma Menggoreskan nya  Diatas kavas jiwa Menorehkan cerita  Sang lembayung senja  Meniti cinta sang anyelir Diperaduan asa Ketika hati berbunga dan ber warna Merah muda. Pùisi: By :Jannatul Zahra Rabu malam , 05 Juni 2019

Resah

Pucuk-pucuk purnama melukis asa di ujung kemarau ketika goyah menyapa sukma diselaksa jiwa yang  kering kerontang disapa kemarau kecil karena sebait luka yang mengiris meninggalkan luka menganga yang akhirnya pedihnya tak tertahankan di ujung penantian akan datangnya tetesan tetesan yang menghapus kemarau dan luka hingga ia tak lagi tersisa Puisi by, Jannatul Zahra Kamar Pink 13:24Gunung Seteleng,, Ppu, Minggu,18 Agustus 2019

Tarian Daun Kering

Tarian Daun Kering Pucuk - pucuk embun menari Melafazhkan kesejukan menawar  Pucuk - pucuk embun menari yang akhirnya akan luluh Dan keindahan akan kenangan Ah biarkan saja daun itu menari Mungkin untuk terakhir kalinya Biarkan angin membelai nya untuk menari  Bersama pucuk embun sebelum ia habis Angin menghembusan sepoiannya  Agar sang daun kering tak terjatuh  Ketika. sebatang pohon hendak.  Menjatuhkan nya Sang angin membuatnya melayang  Menari nari di Udara karena angin membelai dengan cinta dan sejuknya embun yang membuat nya bahagia Sampai akhirnya ia patuh dan luluh Pada waktu yang membuat nya Tersungkur jatuh ke bumi dan akhirnys  Menjadi sebuah cerita Puisi By , Jannatul Zahra Kamis 23 Mel. 2019 18 Ramadhan