Langsung ke konten utama

Postingan

Bukan Untukku

Pucuk pucuk asa mekar Disudut hati Menorehkan kembali Gairah hidup Yang hampir layu Menjadi daun kering Ketika Cinta yang diangankan Hanya butiran debu yang hilang Tertiup angin Ketika yang di harap untuk Dimiliki Ternyata milik Orang lain Bersumpah setia atas NamaNya Untunglah rasa ini kusimpan Dalam bejana , bernama Qalbu sehingga ia pun Tak tahu Ketika Cinta ku tak sampai Tak ada rasa kecewa Yang harus kutabur Karena ia memang bukan Untuku Dan aku pun memang tak Menginginkannya By Jannatul Zahra 30 Oktober 2019

Jingga

Engkau  bagai pucuk -pucuk  Pelangi diujung jiwa Melukis  hati Mewarnai qalbu  Melukis asa pada  Pelangi Menjadi Bait -bait     Nan indah Seindahb senja Yang. berwarna . Jingga By Jannatul Zahra 01  Oktober 2019

Permohonan

Pelangi disudut purnama Memberi warna Di ruang pekat Melukis kata Lewat Syair -syair Lail Yang bait – baitnya Berasal dari Kegelisahan jiwa seorang hamba. Karena setitik noda Maaf kan hambaMu. Ini Ya Rabb Seorang hamba Yang fakir Ilmu Pelangi disudut purnama barhiaskan Miliaran bintang Diatas sana Mengeja hati Yang merindu Akan cahaya. Yang memberi terang Di ruang qalbu Ya Rabb berilah Hamba setitik Cahaya Yang lebih. Indah Dari pelangi dan Purnama Untuk menerangi Hatiku yang Yang hitam Karena limpahan Dosa yang hamba Buah dari Apa yang hamba Lakukan Selama ini Lahirkan Gelisah yang Membuat nelangsa Ya rabb. Kayakan Hamba dengan ilmuMu Yang amat luas Yang melebihi Luasnya langit dan bumi dan Samudera di laut lepas Ilmu yang membuat ku Kembali bersujud PadaMu Dan tak akan jauh dariMU Puisi : by. Jannatul Zahra 19- 20 September 2019

Fatamorgana

Engkau  Bagai pucuk -pucuk Anyelir di taman jiwa Harum mekar mewangi Hiasan qolbu Merenda jari -jemari  Melukis Impian  Di fatamorgana Nan sejuk sangat    Dipandang mata Ternyata hanya   Ilusi   Karena  ternyata  Tertipu fatamorgana Yang  nampak  Indah karena   Berhias bunga dunia Puisi  By  Jannatul Zahra 19 September 2019

KasihMu

Pucuk Purnama jingga. Membias. di ujung loka Menbingkai waktu di sudut hati Merangkai asa Di indahnya jingga Syahdunya suasana subuh Suburkan jiwa yang layu dengan doa qalbu dari jiwa yang hampa Yang merindu surga mengharap Setetes kasih sayang RabbNya Puisi by Jannatul Zahra Rabu, 18 September 2019

Maafkan Hamba

 Aku  melukis jiwa dalam lembaran kanvas  kehidupan,yang rapuh Bagai Daun kering Yang tak mampu lagi Menggantung Lalu tertiup angin. dan terhempas Entah kemana? Ingin aku mengejar asaku Yang pergi bersama sang waktu Yang kini sudah berlalu Rabb hamba hanyalah daun. Kering jika TanpaMu Maaf kan yang dhaif ini ya Rabb Hamba hanyalah Seorang manusia angkuh yang merindu SurgaMu Tapi hamba malah jauh DariMu Jangankan Sunnah Fardhu saja banyak Hamba tinggal kan Karena nafsu dan kelambu. Iblis Mengurung hamba agar hamba jauh dariMu Maafkan hamba Ya Rabb Karena Hamba hanyalah seorang. manusia bodoh Yang membiarkan diri hamba tenggelam Dalam lautan dosa Ya Allah ya Rabb Hamba ingin berubah hamba Mohon. Berilah hamba HidayaMu Karena jika tanpa Mu hamba Bukan lah apa - apa Penajam 18 Mei 2019 Puisi By Jannatul Zahra

Waktu

Engkau  Bagai lukisan  waktu yang menari Diatas  kanvas perjalanan Menjadi bait – bait Cinta& rindu Yang menjenak di titik nadir Ketika nafas terengah  mengejar detik Tapi  detik tak mau peduli Hingga aku menjadi rapuh dan layu Dan  sesal pun Menyelimuti asa Karena waktu yang telah pergi Tak akan kembali Puisi by Jannatul Zahra 20 Maret 2019