Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Senja

Merangkai di kisah pelukan hujan melantunkan Rindu  melafazhkan  cinta Dalam  lembaran senja Melukis kan  rasa pada Pelangi Merajut masa Dipenghujung mimpi Hingga senja berlalu Dan kini  telah  kembali Pada realita Kamis  Puisi by  Jannatul Zahra    

PelangiDi Pelukan Hujan

Engkau bagai  pelangi  di pelukan  hujan Melafazkan rindu  Pada lentera sunyi  Menapaki masa Mengukir kisah Membalut luka   Dengan senyuman Menjadi kuat dalam diam Tanpa harus umbar emosi  Yang membakar amalan Pucuk kisah ini  Akan terukir indah Jika  tertanam  sabar  di jiwa  Cukuplah kisah ini  menjadi   Puisi qalbu  seindah pelangi .  Dipelukan hujan Puisi By,  Jannatul Zahra Kamis, 27 februari 2020

Semangkuk Mie Dan keripik

Inilah Kisah yang terjadi 24 februari 2020 kemarin entah apa yang sedang membuatku begitu lemas dan kurang selera makan mungkin pula karena efek rasa nyeri yang terjadi gusi dan gigi yang sudah terasa nyeri sejak malam sebelumnya sehingga aku cuma bisa makan mie yang tekstur nya lunak dan mudah ditelan tapi siang nya aku malah malah membeli Keripik yang merupakan pantangan untuk orang yang sedang sakit  gigi. Kisahnya begini siang kemarin saat aku sedang sendirian dirumah datang dua anak kecil ngucap assalamu’alaikum dari luar kemudian aku pun menghampiri nya lalu dua anak kecil tadi berkata “kakak mau keripik? katanya” sambil menunjukkan apa yang mereka jual plastik transparan berisi keripik pedas singkat cerita akupun membeli keripik mereka, dua bungkus yang dibuat di siang hari yang panas saat itu dan itu juga yang membuat ku tak tega Entah kenapa pada saat itu aku begitu bahagia melihat kedua anak kecil apalagi s...

Sepenggal Rindu

Menghitung jarak Membingkai makna Pada lembaran kehidupan Melafazhkan cinta diujung hati Pada kuncup mawar yang merekah Mewangi kan hati yang sedang merinduMenjadikannya bait- bait Puisi yang syahdu Pada lembaran hati Puisi By Jannatul Zahra 21 Februari 2020

Jangan Terlalu Cepat Menilai Orang Lain

Pada dasarnya setiap manusia itu tidak yang sempurna jadi jangan terlalu mudah menilai orang lain hanya karena apa yang kita lihat tidak sesuai dengan apa yang kita pelajari dan kita inginkan jangan berprasangka bahwa orang yang kelihatannya sibuk dengan dunia tak memilikirkan akhirat mereka belum tentu bisa jadi sebenarnya mereka ingin berubah tapi mungkin mereka butuh waktu lebih lama dari kita dan kita tak akan pernah tahu bagaimana masa depan kita apalagi masa depan orang lain. seburuk -buruknya akhlak seseorang di hari ini, tapi kita tak tahu besok – besok bisa jadi lebih baik dari kita , Di zaman sekarang ilmu pengetahuan semakin berkembang baik yang bersifat teknologi maupun religi dengan teknologi kita bisa mendapatkan ilmu itu dengan mudah terutama tapi sayang nya semakin banyak pula orang yang doyan mencela, saling menyindir antara para ilmu dengan para ahli yang lain Merasa ilmu mereka yang paling benar adanya perbedaan pendapat sedikit ujung – ujungnya ribut Pad...

Cara Membuat Air Nabez

Air nabeez adalah air rendaman (infused water) kurma atau kismis. Kurma atau kismis yang dimasukkan ke dalam wadah tertutup yang sudah berisi air masak, dan direndam semalaman untuk diminum keesokan paginya. Air nabeez ini merupakan minuman kesukaan Rasulullah SAW lho. Biasanya, beliau merendam kurma atau kismis di dalam wadah tertutup selama 12 jam. Kemudian, airnya diminum dan buah kurma yang sudah lembut langsung ditelan tanpa mengunyah terlebih dahulu. Pada dasarnya, air nabeez ini sama seperti infused water kekinian. Bedanya, bahan yang diambil sarinya bukan buah-buahan segar seperti strawbery atau lemon melainkan kurma. Bahan - bahannya : Ambil beberapa butir kurma atau kismis, sebaiknya dalam jumlah ganjil Siapkan wadah atau gelas tertutup Siapkan juga air putih matang Cara pembuatan air nabeez cukup mudah, berikut langkah pembuatannya: Tuangkan air matang ke dalam wadah Masukkan kurma yang sudah dibuang bijinya, dan carik-carik isi kurma Tutup wadah yang sudah dimas...

Ukiran Rindu

Mewangi bunga Pada selaksa Menjejak pada seribu Ilusi pada ukiran fatamorgana Pada jejak nurani Mengukir musim Merenda senja Pada jelujur angin Pada kemarau yang melmar Hujan Yang berdesir membelai Rindu Mengukir kisah di diary jiwa Hingga musim berganti masa Tentang rindu yang terukir Di relung qalbu 2019 2020 By Jannatul Zahra