Langsung ke konten utama

Postingan

Pada Sebuah Sajak

Pada  sebuah sajak  melukis  hati Di penghujung senja Melamar kata  pada  Ukiran cerita pendek Menjadi bait - bait indah  Pada sebuah sajak Pada  ruang metamorfosa Mencipta  sajak     Dari  deraian air mata  Menjadi syair nan indah Berjudul luka..  Pada sebuah sajak menelisik  Ruang  nurani  Bergetar  di sisi  jiwa Mengukir  alunan  rasa,  Melukis  hati  pada lembaran  Sebuah sajak   Lewat ukiran bait - bait kata Puisi : By, Jannatul Zahra Kamis  28 Mei 2020

Ungu

Aku bagai sepercik kisah Dalam sebait nada Memeluk rasa Dalam lantunan Puisi ungu .  Di pelataran senja Melukis kan kisah Senja dan subuh Yang mengukir  semburat ungu  Dalam lantunan syair Yang menjelma  Menjadi puisi  Nan indah.  Yang lahir  Dari sebuah jiwa Puisi: Jannatul Zahra Kamis, 28 Mel 2020

Senja Dan Fatamorgana

Ranum senja mengukir sukma Teruntai rindu di kalimah jiwa    Dalam syair syahdu sang penyair cinta  Memeluk senja dalam fatamorgana Membingkai ilusi mengacak  liar emosi dan jiwa Memang ku rasa Dalam keindahan siluet fatamorgana jenuh terukir menjadi   akhir  cerita Ketika langit terwarnai senja. .Puisi by , Jannatul Zahra Rabu 20 Mei 2020 , 23 ; 57  

Senja dan Rindu

Pada sajak nurani. Jiwa  Membias kan hati  Di pelataran Senja  Mengukir.musim  Di beranda waktu Menapaki masa berjelaga Aksara melukis pelangi  Di Cakrawala Mengukir.mimpi di relief jiwa Mengeja purnama pekatnya Menguntum rindu . Pada wangi nya Rasa    Hingga ia tak lagi berderai  Mengiring senja Hingga ia tak lagi Bermusim Hanya tersisa senja  Di akhir kisah  Pada untaian rindu  Yang berjelaga Di cakrawala Puisi By Jannatul Zahra 05 Desember 2019

Balada Sang Pelukis

Aku melukis diatas kanvas kehidupan, dengan warna kelabu Ah ternyata gambarnya hanyalah manusia frustasi, dengan hati yang hancur Lalu kuambil gitar Yang tersenyum disudut dinding Minta untuk dipetik Syair ternyata kau tahu  3Aku pilu,  Lirik dapatkah kau ceritakan Apa yang kurasa kini? .  Akulah penyair senja Yang mencari Asa Yang tak bisa dilukiskan Pada. Kanvas yang didepan mataku Aku mencarinya pada titlk - titik  Senja Yang baru saja aku lewati Namun tak jua  Kutemukan asa  Yang Aku cari Maka dengarlah  Baladaku Sang pelukis Yang baru saja menjadi Penyair dalam mimpinya Puisi : Jannatul Zahra 05 Agustus 2013 . 

Balada Luka

Balada Luka Semarak hati  mewarnai qalbu  Menyamarkan luka Merangkai huruf -huruf Menjadi lukisan Dibalik  tirai  nurani Membalut luka Lewat  syair – syair Indah  penyejuk qalbu Yang  menghangatkan jiwa Merangkai butir- butir luka Menjadi hikmah  Penuh Syahdu  Dalam Lantunan Doa Puisi By  Jannatul Zahra Minggu 17 November

34 Hari Yang Lalu

tanggal 8 Mel 2020 34 hari yang lalu suatu kejadian yang membuat ku marah, kesal, membuncah jadi satu dan rasanya aku. Ingin merobek semua kisah kami selama puluhan tahun lamanya andaikan ia adal sebuah kertas dan membung nya dalam. bak sampah , lalu membuangnya sejauh mungkin dan mungkin aku tidak mengenal nya dan mengenang lagi bahwa kami pernah bersama bahkan mungkin jika kami entah bisa seakrab dulu atau hanya berjumpa sebagai orang asing yang pernah bersahabat lalu hancur dalam semalam yang diawali oleh dirinya dan diakhiri pula oleh dirnya dan selama kami bersahabat, kami memang cukup sering ribut dan marahan tapi kami juga cukup cepat untuk baik kembali tapi peristiwa di malam 04:.April 2020 menjadi akhir sebuah persahabatan kterbiasaa plmi, yang terbina belasan tahun lama ketika kami sama remaja, sebut saja nama sahabat saya rindu tapi. maaf ini bukan dan bukanlah nama dan inisial yang sebenarnya tapi sebut saja ia begitu, Ia sebenarnya adalah orang yang sangat baik...