pada seuntai rindu Menghitung butir – butir, Tangis yang beningnya Menghiasi dan melembabkan wajah Yang rindu pada damainya jiwa , pada iklhas nya hati Atas berjuta perih dan kepedihan Luka yang tak terlihat Namun menjadi hujan Yang menggerimis Membasahi pipi Ketika, butir – butir kisah yang telah usang dari kepingan luka Di urai menjadi butiran kata. Pada lembar – lembar Maya Tentang luka yang belumlah kering Dan Impian yang tertunda Puisi By, Jannatul Zahra Penajam 09 Oktober 2021