Langsung ke konten utama

Postingan

Hadiah Untuk Diri Sendiri

Tulisan ini saya tulis. dalam. rangka mengingat. Hari lahir yang. Jatuh pada hari tanggal 11 April 2023 yang jatuh pada hari. Selasa dan. Alhamdulilah. Ini adalah ramadhan kedua milad di bulan ramadhan dan. untuk. mengingat momen. Ini. Saya membuat blog ini sebagai. Hadiah untuk saya sendiri untuk mengingat momen hari ini saya membuat blog. Ini sebagai hadiah untuk. diri sendiri. Yang hari ini sedang milad   dan blog yang saya buat  di hari ultah    saya   ini menjadi momen  untuk. saya  memotivasi diri   untuk  semangat. Dalam menjalani hidup dan  kembaii untuk  menulis  selain  membuat blog  pada hari ini.    Saya juga membuat   channel  youtube  baru        dan juga 3 email baru  sebagai hadiah untuk    diri sendiri  dan semoga usia   yang  tersisa  menjadi  berkah   dan semakin dewasa.  dalam berpikir  dan tangguh dalam. menjalani hidup. dan semoga keinginan  yang  belum tercapai   di milad kali ini   bisa terkabul  di  milad selanjutnya   me...

Denting Luka

Pada Alunan Kisah Mengukir untaian Rasa Di ruang keheningan malam Diiringi desiran rintik hujan Memeluk sepi Merangkai sunyi Menjadi melodi yang syahdu Sang rintik yang di penghujung. Malam  Bagai dentingan harpa Yang mengalun indah Menemani menuju. Peraduan Diiringi alunan harpa Alam . Yang syahdu dan menenenangkan qalbu Meluapkan sejenak untaian luka Senin malm kemarin. Menjadi rangkaian kisah Sang. takdir yang harus dillewati Namn biarlah seiring waktu ia akan pergi Walau kadang. Meniinggalkan perih Seperti derasnya hujan malam ini Yang masih berdenting Meyisakan tanah basah esok pagi Walau mungkin rintiknya Telah pergi Selasa Rabu 24 – 25 Januari 2023 Poetry by Jannatul Zahra

Purnama DIujung Hari

Purnama Diujung hari Membiaskan kisah sunyi Yang terendap direlung jiwa Merangkai luka menjadi mutiara Dari Butiran airmata atas luka Masa lalu yang belumlah mengering Namun engkau bagai pisau ysng terus menggores walau nampak tersembuyi di balik kain nan suci Membuatku rindu akan purnama Walau malam masih lama Purnama itu sudah kurindu walau masih diujung hari. Dan malam belumlah tiba Untuk menemaniku berdamai . dengan luka yang tak nampak oleh mata Purnama itu. Kurindu di ujung hari Menanti guliita tiba Karena berteman dengan sunyi nan damai di pekat malam di pelukan Purnama bagiku itu biiasa Puisi : By Jannatul Zahrap 07 feberuari 2023 Pukul 17:27 wita

Kisah Juara Ketiga Lomba Puisi di Masa Kecilku

Hai, selamat siang. Kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang masa kecil saya. Saya sangat suka menulis, meskipun tulisan saya jelek dan tanggan saya lambat karena efek dari penyakit yang saya derita karena faktor genetik bawaan lahir.p Sampai suatu ketika, saat saya masih sekitar kelas 3-4 di sekolah dasar, saya ikut lomba baca puisi dalam rangka hari besar Islam di ikatan remaja masjid tempat tinggal saya yang bernama Irmada Singkafan dari Ikatan Remaja Masjid Darut Ta'lim. Tiba-tiba terbersit keinginan saya untuk mengikuti lomba tersebut. Saya mengutarakan keinginan saya kepada ibu saya. Singkat cerita, saya pun mendaftar untuk mengikuti lomba tersebut karena antusiasme saya. Untuk mengikuti lomba tersebut, saya sampai m embuat puisi sendiri, walaupun bukan puisi itu yang dibacakan melainkan puisi karya orang lain yang diambil dari majalah Anak Saleh. Karena sudah lama, saya juga sudah lupa dengan judul, isi, serta penulisnya. Banyak yang antusias ketika saya mengikuti lomba t...