Langsung ke konten utama

Postingan

Proses Kehidupan

Apa yang kita lakukan diwaktu muda akan tercermin di waktu tua kata-kata yang saya dapatkan ketika setelah saya membaca sebuah buku menjadi bahan renungan ketika sendiri dan kalimat itu teringat sampai sekarang yupz setiap manusia berawal menjadi bayi, anak-anak remaja dan dewasa, suka dengan lawan jenis, menikah punya anak dan disebutlah mereka orang tua Setiap manusia pasti akan menjadi dewasa dan umurnya akan terus bertambah suka tidak suka setiap manusia akan menjadi dewasa dan kelak menjadi orang tua untuk generasi berikutnya ketika kita sudah menjadi satu dengan sang tali pelindung yang akan mengambil alih tanggung jawab yang diemban orang tuanya selama bertahun- tahun setiap manusia akan menjadi dewasa seiring berjalannya waktu walaupun kedewasaanya datang terlambat tapi percayalah pada waktu dewasa akan tiba pada saatnya anak adalah cerminan orangtua suka tidak suka kadang sifat baik dan buruk adakalanya menurun pada anaknya kadang sang orang tua marah pada anaknya ...

Aksrara Semusim

Bermajas kata simfoni kehidupan melepas kata pada musim yang ditentukan aksara berguguran ketika pena tak lagi menari semua syair menjadi kering ketika tak ada lagi rendra dan chairil yang terlahir syair dan aksara hanyalah waktu yang berpendar seperti hujan dan kekeringan bergilir musim sampai waktu melahirkan penyair abadi yang melahirkan aksara yang tak mengenal musim Puisi : Jannatul Zahra Penajam, GN Seteleng 20 Mei 2016

PadaMu

Padamu insan Kutitip salam Rindu dan sebuah Harapan Padamu hati Kutitip rasaku Untuk dia sang Pujaan Padamu Malam Kutitipkan salam Untuk bintang dan rembulan &Padamu Tuhan Kusandarkan Semua Harapan atas Segala takdir Yang Sudah Kau gariskan Bersama takdirku merangkai sabar Demi meraih CintaMu Puisi By Jannatul Zahra Gunung Seteleng 15  Januari 2016 Puisi bersumber :Zahra.Notes Mobile Blog by Zahra mwb(Jannatul Zahra) Dengan sedikit Perbaikan dan dilindungi oleh Hak Cipta

Lukisan Jiwa Yang Lelah

Kau adalah Pelukis malam yang Menghiasi kalbuku Mengiringiku dalam setiap langkah Melukis penat bersama lelahnya jiwa Melukis asa diantara putusnya rasa Gambarmu adalah jiwaku Yang tergores diatas kanvas Siluet hati yang luka Puisi : Jannatul Zahra Tgl: 22 Januari 2016 GN Seteleng ,kamar Pinkku

Auraku

Kau adalah simponi Dalam sebuah kehidupan yang mengiringi langkahku Seperti nyanyian Embun dipagi hari Yang hadirkan. Kesejukan pada Auraku   Puisi oleh : Jannatul Zahra Penajam, Gunung Seteleng Selasa 16 September 2015

Bait-Bait Rindu

Ibarat Bunga Yang mengkutum  Melahirkan inspirasi Syair- syair rindu Yang terdiri  Dari bait-bait Rindu Yang menceritakan  Kasih sayang By : Jannatul Zahra Rumahku Gn Seteleng 06 oktober2015 Hari Selasa

Jemputlah Bahagia

Jangan.pernah mengeluh dihadapan manusia teman karena tidak semua manusia mampu memahamimu tapi kitalah yang sebenarnya mampu mengatur diri ikita sendiri terlepas dari kita memiliki pendidikan atau tidak, sebenarnya manusia memilliki. Kemampuan untuk menjadi sosok manusia yang  berkarakter karena hidup   adalah proses penyeleksian untuk menjadi hamba - hamba terbaik dihadapan allah swt, & tempat proses penyeleksian itu bernama dunia dengan berbagai rancangan desain susah , senang dukacita air mata, rezeki jodoh serta kematian, serta takdir- takdir lainnya, telah tertulis di lauhul mahfuzh, lupakan sedihmu jangan kau lepaskan keluh kesahmu  dihadapan manusia, karena setiap manusia   juga punya beban masalah yang bisa jadi. Jauh lebih berat dari beban yang kita miliki.  Buat apa kita mengeluh, dan terus hanya akan menambah beban psikis yang kita rasakan, lakukan apa saja yang kita bisa, sibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat &sibuk...