Langsung ke konten utama

Postingan

Purnama Luka

pucuk -pucuk purnama  melukis senja di ujung masa  meıafazhkan jingga  yang begitu  indah  seindah  anyelir   yang tumbuh  di taman hati  yang suburkan  bait-bait rinduku PadaNya kerinduan seorang  hamba hatinya  dikeliligi  ilalang  berkabut  dosa yang  menjaıar Pada . raga nan rapuh yang menyimpan sejuta  luka yang  ingin  dibalut dengan  berjuta doa mengangkat kedua tangan  ini  memohon. ampun PadaMu ya rabb atas  dosa - dosa  hatiku ini yang  membauatku   jauh  dariMu  hingga senja pun menyaksikan kejahiıan dan  hingga purnama tiba aku tetap  alpa walau ku tahu ku terluka dan malam pun. menjadi saksinya dan  luka  itu  seolah menjadi purnama di langit hatiku Puisi By, Jannatul Zahra  Jumat, Malam 23 Agustus 2019

Kemarau Luka

Pucuk-pucuk purnama melukis asa di ujung kemarau ketika goyah menyapa sukma diselaksa jiwa yang  kering kerontang disapa kemarau kecil karena sebait luka yang mengiris meninggalkan luka menganga yang akhirnya pedihnya tak tertahankan di ujung penantian akan datangnya tetesan tetesan yang menghapus kemarau dan luka hingga ia tak lagi tersisa Puisi by, Jannatul Zahra Kamar Pink 13:24Gunung Seteleng,, Ppu, Minggu,18 Agustus 2019

PurnamaJiwa

Pucuk purnama di ujung senja ketika sang kirana merangkai bianglala Di sudut mahligai Dalam penantian tiada berbatas Menggores asa di di sudut pelangi senja Yang memberi warna di sudut jiwa Hingga purnama tak lagi Sendiri menemani sang malam di kelilingi kerlipan bintang walau berada tengah Sahara Yang tak ber oase sekalipun ia tetaplah sang purnama yang menerangi jiwa, Melukis kisah dan cerita Bersama bianglalaPuisi : Jannatul Zahra03 Agustus 2019

Goresan Luka

pucuk - pucuk Purnama  menari  diujung. senja disapa sunyi pada keheningan malam yang menemanku  di  ruang lamunan  menepi  dari  ramai ruang  kembali pada sepiku di  temani alunan syair yang mengiringiku Untuk Kembali padaNya meraih mimpiku  untuk  SurgaNya Walau sebenarnya ku  lebih  banyak melupakan Nya dan tenggelam dalam ego dan lukaku  dari goresan kepedihan sebuah luka di   masa kecilku yang hadir kan bara   di   qalbuku   yang bahkan  tetesan airmataku pun tak dapat menghapusnya  walau sejuta maaf sudah  telah ku berikan untuknya namun goresan luka itu masih lah menganga  Dan menjadi luka abadi yang masih mengisi  di relung jiwa puisi , by Jannatul Zahra 30 Juli 2019

Hamba Hampa

Aku bagai purnama di ujung jiwa yang merindukan hadirnya kerlipan bintang dipermadani malam berhiaskan kesejukan angin menjejaki asa di bumi cinta penuh goda yang melenakan hatiku ketika kusadari rapuh ku bagai bunga yang layu bagai patung hampa. bagai purnama sunyi yang merindukan hadirnya bintang disisi Ya Rabb inilah aku hambaMu yang merindukan belaian dekapanMu ya rabb dengan kasih dan sayang Mu Rabb hapus lah rindu semuku ini menjadi rindu ku hanya PadaMu saja usir lah rasa sepi ku ini jadikanlah ia bermakna dan mampu membuat ku berdamai dengan takdirMu atas diriku By , Jannatul Zahra 10 Juli 2019

Pelangi Senja II

Aku bagai pelangi sudut senja Memberi sejenak warnaku Usai badai membuat Dengan gelegarnya Senja berlafazhkan Pelangi membingkai hati Dengan Merah jambu Menjadi asa untuk Mengukir hari esok Dengan. Jiwa penuh. ,asa dan cinta Hingga saat senja Sampai pada ujungnya Ia tetap bergairah Hingga pelangi senja Meredup dan menjadi Sebuah kisah dalam Catatan pelangi senja Puisi By Jannatul Zahra Penajam. Jumat , 14 Juni 2019

Purnama Sunyi

Engkau Bagai  Purnama yang  merindukan embun   karena pekat  yang  berhias gumpalan salju.  tak ada  riang  membingkai  rasa tak ada bintang  membingkai cahaya hanya purnama sunyi menebar   jenak.-jenak. cahaya   dibalik   jendela  nurani  kepada jiwa   yang gelap gulita yang kemarau akan cahaya  bagai ruang  senyap  tak. berpenghuni   yang menantikan  hadirnya  sekilas