Langsung ke konten utama

Postingan

Anyelir

Pada  lembar  - ,,]embar  Cakrawala  kutuliskan   Jejak - jenak rindu  pada  Indahnya  anyelir melukis kisah  di penantian  hati sang purnama Mensyairkan  keindahan nya  Pada  langit jingga Pada  lembar  - ,,]embar  Cakrawala  kutuliskan   Jejak - jenak rindu  pada  Indahnya  anyelir melukis kisah  di penantian  hati sang purnama Mensyairkan  keindahan nya  Pada  langit jingga Puisi By,  Jannatul Zahra 27 Agustus 2019

Anyelir

selaksa embun membias di ujung loka siratkan asa diantara bianglala membelai anyelirku ditaman jiwa    dan mengukir . pelangi di cakrawala Puisi By , Jannatul Zahra Selasa 27 Agustus 2019 tag : # jannatulzahra,embun,pelangi,poetry,purnama

Penantian Purnama

Pucuk - pucuk purnama membiaskan Jenak waktu Pada biorama melukis kisah di daunan kering hingga anyelir ku mekar di ujung jingga Lepaskan lelahku Pada sore seraya menanti hadirnya purnama nan sempurna usai senja berlalu Puisi By Jannatul Zahra Penajam ,26 Agustus 2019

Purnama Luka

pucuk -pucuk purnama  melukis senja di ujung masa  meıafazhkan jingga  yang begitu  indah  seindah  anyelir   yang tumbuh  di taman hati  yang suburkan  bait-bait rinduku PadaNya kerinduan seorang  hamba hatinya  dikeliligi  ilalang  berkabut  dosa yang  menjaıar Pada . raga nan rapuh yang menyimpan sejuta  luka yang  ingin  dibalut dengan  berjuta doa mengangkat kedua tangan  ini  memohon. ampun PadaMu ya rabb atas  dosa - dosa  hatiku ini yang  membauatku   jauh  dariMu  hingga senja pun menyaksikan kejahiıan dan  hingga purnama tiba aku tetap  alpa walau ku tahu ku terluka dan malam pun. menjadi saksinya dan  luka  itu  seolah menjadi purnama di langit hatiku Puisi By, Jannatul Zahra  Jumat, Malam 23 Agustus 2019

Kemarau Luka

Pucuk-pucuk purnama melukis asa di ujung kemarau ketika goyah menyapa sukma diselaksa jiwa yang  kering kerontang disapa kemarau kecil karena sebait luka yang mengiris meninggalkan luka menganga yang akhirnya pedihnya tak tertahankan di ujung penantian akan datangnya tetesan tetesan yang menghapus kemarau dan luka hingga ia tak lagi tersisa Puisi by, Jannatul Zahra Kamar Pink 13:24Gunung Seteleng,, Ppu, Minggu,18 Agustus 2019

PurnamaJiwa

Pucuk purnama di ujung senja ketika sang kirana merangkai bianglala Di sudut mahligai Dalam penantian tiada berbatas Menggores asa di di sudut pelangi senja Yang memberi warna di sudut jiwa Hingga purnama tak lagi Sendiri menemani sang malam di kelilingi kerlipan bintang walau berada tengah Sahara Yang tak ber oase sekalipun ia tetaplah sang purnama yang menerangi jiwa, Melukis kisah dan cerita Bersama bianglalaPuisi : Jannatul Zahra03 Agustus 2019

Goresan Luka

pucuk - pucuk Purnama  menari  diujung. senja disapa sunyi pada keheningan malam yang menemanku  di  ruang lamunan  menepi  dari  ramai ruang  kembali pada sepiku di  temani alunan syair yang mengiringiku Untuk Kembali padaNya meraih mimpiku  untuk  SurgaNya Walau sebenarnya ku  lebih  banyak melupakan Nya dan tenggelam dalam ego dan lukaku  dari goresan kepedihan sebuah luka di   masa kecilku yang hadir kan bara   di   qalbuku   yang bahkan  tetesan airmataku pun tak dapat menghapusnya  walau sejuta maaf sudah  telah ku berikan untuknya namun goresan luka itu masih lah menganga  Dan menjadi luka abadi yang masih mengisi  di relung jiwa puisi , by Jannatul Zahra 30 Juli 2019